Generasi Z merupakan kelompok usia terbesar di Indonesia dan dikenal aktif memanfaatkan waktu luang untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan pemulihan diri. Aktivitas leisure seperti menonton, bersosialisasi, dan bermain game dianggap dapat meningkatkan subjective well-being, yaitu evaluasi kognitif dan afektif terhadap keseluruhan hidupnya. Walaupun beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara leisure satisfaction dan subjective well-being, tetapi kebanyakan masih berfokus pada jenis aktivitas tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara leisure satisfaction secara umum dengan subjective well-being pada Generasi Z di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri dari 436 individu Generasi Z yang memanfaatkan waktu luang minimal dua jam per hari. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Forms dengan menggunakan tiga alat ukur: Leisure Satisfaction Scale (LSS) short form yang diadaptasi oleh Siregar dan Grasiaswaty (2021), Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), yang keduanya diadaptasi oleh Akhtar (2019). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui JASP.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara leisure satisfaction dan subjective well-being pada Generasi Z dengan efek sedang (r = 0,385; r2 = 0,148). Penelitian ini merekomendasikan agar Generasi Z mengalokasikan waktu luangnya untuk aktivitas yang menekankan dimensi aesthetic dan educational. Kegiatan seperti menikmati alam, mendengarkan musik, membaca, atau traveling berpotensi meningkatkan leisure satisfaction dan mendukung subjective well-being. Oleh karena itu, pengembangan aktivitas leisure yang memuat unsur aesthetic dan educational dapat menjadi strategi yang tepat dalam meningkatkan subjective well-being Generasi Z. |