Anda belum login :: 17 Apr 2025 00:12 WIB
Detail
BukuKorelasi Perhitungan Kreatinin Serum Sewaktu dengan Pengukuran Kreatinin Urin 24 Jam pada Penderita Penyakit Ginjal Kronik Pre-Dialisis dengan DM dan Non DM (Artikel dari Journal of the Indonesian Medical Assosiation-Majalah Kedokteran Indonesia Vol. 63 No. 8 Agustus 2013 hal. 324-328)
Bibliografi
Author: Cahyadi, Alius ; Anindita, Karina ; Iryaningrum, Maria Riastuti ; Rensa
Topik: Estimasi laju filtrasi glomerulus; kreatinin; diabetes melitus; penyakit gagal ginjal kronik predialisis
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Yayasan Penerbitan IDI     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2013    
Jenis: Article - diterbitkan di jurnal ilmiah nasional
Fulltext: B10. Publikasi.pdf (2.24MB; 3 download)
Abstract
Pendahuluan: Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) pada penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dapat ditentukan dengan mengukur atau menghitung kreatinin.
Tujuan: mengukur korelasi antara nilai estimasi LFG melalui perhitungan kreatinin serum sewaktu dengan pengukuran kreatinin urin 24 jam berdasarkan ada atau tidaknya diabetes melitus pada pasien PGK pre-dialisis.
Metode: subyek dikelompokkam menjadi penderita dan bukan penderita diabetes melitus. Pada tiap kelompok dilakukan perhitungan bersihan kreatinin menurut formula Cockroft-Gault (CG), (MDRD), serta (CKD-EPI) dan dilakukan pengukuranLFG melalaui urin 24 jam. Pada studi ini dilakukan studi potong lintang dengan menggunakan uji analitik bivariat.
Hasil: Dari 84 penderita, 46 (54,8%) penderita adalah laki-laki, dengan usia rerata 58±11 tahun. Sejumlah 54,8% penderita merupakan penderita DM,. Pada penderita dan bukan penderita DM, didapatkan korelasi sangat kuat antara CG, MDRD, CKD-EPI dengan CCT.
Kesimpulan: Koefisien korelasi tertinggi terhadap CCT pada penderita PGK predialitik yang DM adalah MDRD, sedangkan yang tidak DM adalah CKD-EPI.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.09375 second(s)