Keseimbangan dalam suatu perjanjian adalah hal yang sangat penting dalam perjanjian kerjasama. Dalam hal ini keseimbangan yang dibahas adalah terkait dengan keseimbangan kewajiban, dimana para pihak dalam suatu perjanjian kerjasama memiliki kewajibannya masing-masing dan kewajiban tersebut harus mereka penuhi karena sudah disanggupi. Dalam hal ini penulis menganalisis terkait dengan perlindungan hukum bagi driver ojol apabila terjadi pembatalan pesanan oleh pelanggan dikarenakan kegagalan pada program aplikasi ojol. Guna menganalisa permasalahan hukum dalam penulisan skrispsi ini, maka metode penulisan yang digunakan oleh penulis adalah yuridis empiris dengan melakukan pembagian kuisioner langsung kepada narasumber yaitu driver Gojek dan melakukan kajian terhadap perjanjian kemitraan antara Gojek dengan driver. Metode perolehan data dilakukan dengan cara pembagian kuisioner kepada driver Gojek dan studi kepustakaan berdasarkan data sekunder mengenai teori-teori hukum yang berkaitan dengan penelitian ini baik itu dalam bentuk buku, jurnal, maupun informasi digital yang didapatkan melalui media internet. Berdasarkan hasil dari analisis permasalahan, akibat hukum yang ditimbulkan dari pencantuman klausul eksonerasi adalah perjanjian batal demi hukum, dimana pada perjanjian tersebut ditemukan pelepasan tanggung jawab terkait dengan ganti rugi yang diakibatkan oleh permasalahan pada penggunaan aplikasi yang dicantumkan oleh pihak Gojek pada perjanjian tersebut. Pada perjanjian kerjasama tersebut, apabila mengacu pada Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 pelepasan tanggung jawab merupakan klausul baku yang dilarang dan dapat mengakibatkan perjanjian batal demi hukum. |