Anda belum login :: 24 Nov 2024 04:27 WIB
Detail
ArtikelOposisi Loyal  
Oleh: Udjan, Andre Ata
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - tidak terakreditasi DIKTI - atma jaya
Dalam koleksi: Respons: Jurnal Etika Sosial vol. 4 no. 4 (Dec. 1999), page 1-6.
Topik: Keadilan Politik; Beroposisi; Stagnasi; Oposisi Loyal
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: RR11.1
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelOposisi loyal? Oposisi ya oposisi, loyal ya loyal Tidak ada oposisi loyal. Itulah reaksi seorang petinggi sebuah partai politik, ketika istilah itu sempat bergulir di media massa pada era Pre-reformasi. Sebuah reaksi yang tentu saja kurang bersahabat Akan tetapi istilah itu kembali bergaung begitu angin reformasi berhembus kencang dan memaksa hampir semua orang, termasuk penguasa, menyesuaikan diri dengan iklim dan kesadaran politik baru. Sekurang-kurangnya ketika perebutan kursi presiden sedang marak-maraknya menjelang Sidang Umum MPR 1999, sebagian partai sudah berancang-ancang mengambil posisi oposisi. Sedangkan untuk sebagian lagi yang terperangkap dalam kultur eufemisme, dengan agak kikuk lebih memilih istilah “kritik” ketimbang oposisi. Kesadaran untuk mengambilposisi oposisi belakangan ini bahkan kembali mengental ketika banyak pihak mulai merasa limbung oleh geliat politik presiden Gus Dur yang dianggap penuh teka-teki dan kejutan.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)